14-04-2017 | Kriminal

Tega nya, Suami Tebas Leher Istri, Rumah Banjir Darah

KOTIM– Seorang pria bernama Banjir (23) nekat membunuh istrinya sendiri, Vita (21). Banjir tebas leher istrinya hingga rumahnya banjir darah.

Kejadian bermula saat Banjir dan Vita cekcok. Perselisihan pasangan muda yang tinggal di Desa Tumbang Boloi, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu pun berujung maut.

Informasi yang diperoleh Radar Sampit (grup jawa pos/pojoksatu), peristiwa yang terjadi pada Rabu (12/4) sekitar pukul 14.00 WIB itu berawal dari adu mulut antara keduanya. Korban berencana meninggalkan rumah. Mengetahui hal tersebut, Banjir gelap mata.
Tanpa berpikir panjang Banjir lari mengambil sebilah parang. Tanpa ampun Vita yang sedang bersama anaknya yang baru berusia satu tahun langsung ditebas. Korban langsung ambruk bersimbah darah di lantai rumah.

Setelah melihat korban sudah tak bernyawa, pelaku menggendong anaknya dan lari dari rumah bersama sebilah parang yang masih berlumuran darah.

Kejadian itu diketahui tetangga. Warga sekitar menjadi geger dan berkumpul. Banjir yang lari menggendong anaknya dikejar.

”Sempat dikepung warga, tetapi karena takut, anak korban digendong pelaku. Jadi tidak berani mengambil tindakan, dikhawatirkan terjadi sesuatu dengan anak itu. Sebab, pelaku masih memegang parang,” kata Camat Telaga Antang Siyono saat dikonfirmasi Radar Sampit, Rabu (12/4).
Warga sekitar langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pospol Sangai dan meminta bantuan kepolisian untuk menangkap pelaku dan mengamankan anak korban. Selama tiga jam, sekitar pukul 17.15 WIB, pelaku yang sempat melawan berhasil dibekuk. Anak pelaku juga langsung diamankan.

”Dengan bantuan Kapospol Sangai dan Polsek Antang Kalang baru bisa mengamankan pelaku. Saat ini sudah dibawa ke kantor polisi,” ujarnya.

Kepala Desa Tumbang Boloi Astono mengatakan, Vita dan Banjir menikah sekitar dua tahun lalu. Keduanya sempat pisah ranjang, namun baru rujuk dan kembali kumpul satu bulan belakangan ini. Dia tak menyangka masalah keduanya berakhir dengan tragedi berdarah.
”Suaminya memang jarak berkomunikasi dengan warga lainnya. Agak tertutup. Namun, memang sebelumnya sering ada pertengkaran dalam rumah tangga mereka,” kata Astono.

Beberapa saat sebelum pembunuhan terjadi, Astono mengungkapkan, korban dan pelaku sempat adu mulut. Namun, permasalahannya belum jelas.

”Kami juga masih menunggu dari pihak kepolisian seperti apa keterangan suami dan apa alasannya. Setelah pelaku ditangkap, anaknya langsung diamankan dan sekarang sudah diserahkan kepada keluarganya,” kata Astono.
Rosali, warga setempat mengatakan, pembunuhan itu membuat warga desa geger. Suasana desa sempat tegang karena banyak aparat yang turun.

”Ada polisi dari Sangai, juga ada turun Brimob. Tetapi semuanya sudah aman. Warga desa memang terkejut atas peristiwa itu,” kata dia, seraya menambahkan, jenazah Vita langsung dibawa ke Puskesmas Desa Sangai.

foto via radar sampit

Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Erwin Togar HS membenarkan terjadi kasus pembunuhan tersebut. Saat ini kasusnya ditangani Polsek Antang Kalang.
”Benar terjadi kasus pembunuhan, sedang ditangani Polsek Antang Kalang,” ujar Erwin seraya menambahkan, pelaku masih diperiksa terkait motif pembunuhan tersebut.|pojoksatu

pl31


Dapatkan secara gratis artikel unik,dan terheboh setiap hari!
loading...
Click to comment

# Terkini

gsr


Copyright © 2016 Suarahati.net By Fhazia Balqis

To Top