09-04-2017 | Viral

Tak Terima Istri nya Dihina Nenek-Nenek, Pernikahan Oma Martha yang Mendunia Dijagad Maya Langsung Adu Jotos

KOTAMOBAGU – Suami Oma Marta Sofian Lohodandel (28) terlibat adu jotos dengan IM (48) di Tempat Tambal Ban Depan Minimarket di Perempatan Kelurahan Kotobangon Kotamobagu Timur, Jumat (7/4) Pukul 21.00 wita.Sofian tersinggung dengan perkataan IM bahwa istrinya sudah tua.
“So kaweng deng bos so banya doi. Tapi istri so tua (sudah menikah dengan bos banyak duit, tapi istri sudah tua),” ujar Sofian menirukan saat melapor ke Polsek Urban Kotamobagu.
Memang terjadi adu jotos antara keduanya, dan IM kalah.

Namun pada akhirnya karena tidak terima kekalahannya, IM pulang ke rumah yang tak jauh dari lokasi mengambil pisau dan kembali langsung menikam Sofian.
Tak tau apa yang dibawa IM, Sofian kaget dan tak bisa menghindarinya.
Dia pun mengalami luka tikam sedalam dua centimeter di bagian dada kiri bawah dan luka gores di tangan kanan bagian dalam sepanjang 10 sentimeter.
Awalnya Sofian hanya lewat saja saat IM dan rekannya sedang minum minuman keras.
Sofian kemudian diajak minum miras. Sempat menolak namun karena menghargai Sofian pun minum miras sekitar dua gelas.

Beruntung rekan sofian dan IM tidak terlibat adu jotos. Mereka yang meleraikan Sofian dan IM.
Sofian kemudian dibawa ke Kantor Polsek Urban Kotamobagu untuk melapor.
Sementara IM sempat melarikan diri hingga akhirnya diamankan oleh Team Bogani yang dipimpin oleh Katim Bripka Toto Suryawan Monoarfa.

“Pelaku sempat melarikan diri. Tapi berhasil kami amankan di dalam sebuah club malam,” ujar katim.
Kapolsek Urban Kotamobagu Kompol Ruswan Buntuan mengatakan IM sudah ditahan dalam sel.
Oma Martha panik
Martha Bite (82) panik setelah mengetahui sang suami terlibat perkelahian di Kotamobagu.
Sambil menangis, ia mendatangi tetangganya yang berada di depan rumahnya. Badannya gemetar, sementara dari mulutnya terus memanggil nama suaminya.

foto via tribunnews

“Oh Tuhan, kita p laki itu eh,” ujar Vicky Walangitan, tetangga Oma Martha, menirukan perkataan perempuan yang biasa disapa Neng itu.
“Oma Neng tadi siang pergi ke Kotamobagu. Dia di jemput sopir, teman Sofian. Oma Neng terlihat sangat khawatir. Sebelum di jemput dia sempat masuk di rumah kami dan berbicara dengan orangtua saya,” kata dia.
Ketika teman Sofian yang menjemputnya datang, Martha berpesan untuk menitipkan rumahnya. “Oma meminta tolong untuk menitipkan rumahnya,”kata dia.

Terpantau, Sabtu (8/4), pintu rumah Martha tertutup rapat, namun dua jendela yang terbuka.
Kisah Martha yang berusia 82 tahun menikahi pemuda berumur 28 tahun, Sofian Lahondel, Februari lalu, sempat mengebohkan masyarakat.

Geger pernikahan Oma Martha

Sofian Loho Dandel (28), warga Pulau Mantehage, Minahasa Utara, tak menyangka jodohnya adalah Martha Potu yang telah berusia 82 tahun.
Walau terpaut 54 tahun, namun cinta mampu menepis jurang perbedaan usia mereka.
Saat ditemui Kompas.com di rumah Martha, Desa Lelema Jaga 4, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Senin (20/20/2017), pasangan yang baru saja melangsungkan pemberkatan nikah pada Sabtu (18/2/2017) ini tak segan menunjukkan kemesraan mereka.

Sofian merangkul pundak Martha saat melayani sesi wawancara. Dia kemudian menuturkan awal mula dia menemukan tambatan hatinya.

“Setahun lalu ada telepon masuk ke ponsel saya. Tidak tahu siapa, saya angkat dan kami berkenalan. Mulai dari situ kami terus berkomunikasi,” cerita Sofian.
Komunikasi yang intens membuat Sofian yang saat itu bekerja di sebuah bengkel di Kotamobagu merasa menemukan cintanya.
“Saya belum pernah pacaran sebelumnya. Saya merasa jatuh cinta,” kata Sofian.
Tak tahan dengan perasaan cintanya, Sofian pun kemudian nekat mendatangi Martha di Lelama, yang jaraknya cukup jauh. Saat pertama kali bertemu secara fisik dengan Martha, Sofian terkejut.

“Saya tidak tahu kalau Martha sudah setua ini. Tapi kami merasa benar-benar jatuh cinta, dan sepakat melanjutkan hubungan ini,” tutur Sofian.
Merasa sudah cocok satu sama lain, kedua insan yang dimabuk cinta ini lalu berencana meresmikan hubungan mereka. Banyak pihak yang menentang rencana itu, terutama keluarga Martha. Tapi tekad mereka sudah bulat, harus menikah.
Sofian pun kemudian menyampaikan rencana pernikahan itu ke orangtuanya yang ada di Pulau Mantahage. Sofian lalu mengajak orangtuanya untuk menemui Martha dan melamarnya. Sewaktu datang ke rumah Martha di Lelema, Sofian tak memberitahu usia calon istrinya.

“Kami tidak tahu kalau calon istrinya seorang nenek. Sangat terkejut waktu itu, tapi mau bilang apa. Kami lihat mereka saling menyanyangi, ya kami setuju saja dengan pilihanya. Jodoh kan urusan Tuhan,” ujar Magdalena (60), ibu Sofian yang turut mendampingi Sofian dan Martha saat diwawancarai.

Pemberkatan pernikahan mereka menjadi heboh saat salah satu undangan yang hadir mengunggah foto-foto pasangan ini ke media sosial. Beragam tanggapan dilontarkan netizen. Banyak yang mencibir pilihan Sofian.
“Sama seperti yang pendeta sampaikan sewaktu pemberkatan, kami akan setia sampai selamanya. Sampai Tuhan mengizinkan hidup kami,” tegas Sofian.

Hal itu diaminkan pula oleh Martha. Dia telah ditinggal suaminya yang sudah meninggal 10 tahun lalu. Martha tinggal sendiri di rumahnya. Kedua anaknya kini berada di Jerman dan Arab Saudi.

“Saya terus berdoa kepada Tuhan, jika masih diizinkan dan diberi kesempatan, saya meminta ada pendamping yang bisa mengurus saya di usia tua ini. Tak menyangka, Tuhan mengutus Sofian,” kata Martha.
Pasangan yang terlihat romantis ini kini optimistis menjalankan kehidupan bahtera rumah tangga mereka. Panggilan “mami-papi” pun kini menjadi sapaan saling sayang Sofian dan Martha.|tribunnews

pl31


Dapatkan secara gratis artikel unik,dan terheboh setiap hari!
loading...
Click to comment

# Terkini

gsr


Copyright © 2016 Suarahati.net By Fhazia Balqis

To Top