News

Sungguh Tragis…Gadis 19 Tahun Dikasih Sabu,Terus Digilir 19 Lelaki Dihotel Sampai Tubuhnya Lebam

MANADO – Sungguh tragis lagi-lagi kasus pemerkosaan kembali terjadi di Manado. Seorang wanitaManado, SC (19), mengalami gangguan jiwa setelah digilir 19 lekali.
Dilansir dari pojoksatu.id,Padahal mulanya SC hanya diajak pergi jalan oleh dua teman perempuannya, Y dan M. Keduanya merupakan teman sejak kecil.

Namun entah mengapa kasus pemerkosaan setelah itu terjadi.
Tak disangka dalam perjalanan pacar Y juga ikut. Di Desa Bolangitang, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), korban diduga dicokok dengan narkoba jenis sabu, hingga gadis Manado SC itu tak sadarkan diri.

Setibanya di Gorontalo korban langsung diboyong ke salah satu hotel pada 24 Januari.

Di situ SC si gadis Manado disetubuhi bergantian beberapa pelaku. Menurut pengakuan SC ada 19 pria.
Lalu pada 25 Januari karena ada operasi kepolisian di wilayah tersebut, korban dipindahkan ke hotel lain. Lagi, korban dipaksa mengonsumsi narkoba dan diperkosa.

Setelah empat hari disekap di hotel, pada 29 Januari korban di antar pulang ke Manado dengan kondisi tubuh yang sudah penuh dengan memar-memar. Beberapa luka yang masih berdarah di bagian tubuh korban.

Di Gorontalo, kasus pemerkosaan yang menimpa SC juga membuat Polda Gorontalo perlu melakukan klarifikasi. Sebab beredar kabar bahwa dari 19 orang yang dilaporkan, dua di antaranya disebut oknum anggota Polda Gorontalo. Sehingga, kasus yang sebelumnya sudah ditangani Polda Sulawesi Utara (Sulut) dilimpahkan ke Polda Gorontalo.
Kepada Gorontalo Post, Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo AKBP S.Bagus Santoso mengemukakan, pihaknya sudah mengkonfirmasi ke bagian PPA Dit Reskrimum berkaitan informasi dugaan pemerkosaan oleh oknum anggota Polda Gorontalo.

“Sesuai informasi dari Dit Reskrimum Polda Gorontalo, sampai saat ini kami belum pernah menerima laporan dari korban atau pihak-pihak tertentu. Dan juga belum pernah menerima pelimpahan kasus tersebut dari Polda Sulut,” tegas Bagus Santoso.

Kabar ada oknum kepolisian diungkapkan orang tua korban saat jumpa pers karena kasusnya sudah 4 bulan tak diproses.
Orang tua korban akhirnya memberanikan diri membuka ke publik tentang nasib anaknya pada konferensi pers di Hotel Swiss Bell Manado Sabtu (7/5/2016). Mereka didampingi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulut,

HC, ayah SC, berharap, peristiwa yang dialami anaknya ini dapat segera terungkap kejelasannya. Ia menginginkan para pelaku segera ditangkap dan diperiksa sesuai proses hukum yang berlaku.

“Sekarang anak saya masih trauma. Dia sangat terpukul. Karena itu saya meminta petinggi kepolisian tidak pandang bulu atas kejadian ini, karena menurut informasi ada dua pelaku merupakan anggota polisi,” ungkapnya.
Sumber : pojoksatu.id

pl31


Dapatkan secara gratis artikel unik,dan terheboh setiap hari!
loading...
Click to comment

# Terkini

gsr


Copyright © 2016 Suarahati.net By Fhazia Balqis

To Top