06-04-2017 | Politik

Sajak Bangsa Kelas Tempe Untuk Tempekers

Musisi kondang Ahmad Dhani kembali bersajak untuk merespon fenomena yang tengah terjadi di DKI Jakarta. Sajak ini ia unggah di laman Facebook pribadi miliknya.Pentolan Republik Cinta Manajemen ini menulis sajak berjudul “Bangsa Kelas Tempe” untuk menyinggung kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang didakwa melakukan penistaan agama, tapi justru mendapat dukungan membabi buta dari sekelompok orang yang dia sebut sebagai tempekers. Tempekers adalah penyebutan dari Ahmad Dhani bagi kelompok yang memiliki pemikiran kelas tempe.

Dalam sajak itu, Dhani menyebut bahwa pembelaan yang dilakukan tempekers sudah melampaui batas, bahkan sesekali menggunakan standar ganda ala Amerika Serikat.

Ia mencontohkan pernyataan tempekers yang menyebut Al Maidah 51 sudah tidak relevan di Pilgub DKI. Padahal, kata Dhani, tidak ada satupun pemuka agama lain yang menyatakan potongan ayat suci mereka sudah tidak berlaku.

Selain itu, Dhani juga merasa miris dengan para pembela Ahok, khususnya yang beragama muslim, yang menyebut Ahok sebagai gubernur Islami.

foto : jpnn.com

“Kasihan, menghamba kok sampai serendah itu,” sindir mantan cawabup Bekasi itu.

Di akhir sajaknya, Dhani meminta tempekers untuk menyudahi segala kebodohan itu. Kata Dhani, Ahok harus masuk penjara dan temnpekers harus buktikan bukan lagi bangsa tempe.

Berikut penggalan sajak berjudul “Bangsa Kelas Tempe” itu:

Bangsa kelas tempe

Memahami arti penistaan agama saja…
Sebagian bangsa ini menunjukkan kelas tempenya…
Kewalahan memahami maknanya.

Kebenaran tafsir Al Quran itu cuma Allah yang menjadi hakim.

Jadi, tidak perlu ngotot membela Ahok bawa bawa tafsir.
Sampai sampai melakukan hal hal yang luar biasa.
Misalnya….

1. Menyatakan Al Maidah 51 sudah tidak relevan…
Shit… Tidak ada satupun pendeta pastur di Indonesia yang pernah menyatakan bahwa ada ayat di Injil yang sudah tidak berlaku.
Never!.

2. Menyatakan bahwa Ahok lebih “islami” dari pemimpin-pemimpin Islam.
What???… Kasian, menghamba Kok sampe serendah itu.

3. Mengangkat Ahok jadi santri kehormatan….
Tuempe tenan….

4. Bawa bawa gusdur yang sudah wafat dan tidak ikut menyaksikan kesewenang wenangan Ahok pada Rakyat kecil.
Gusdur tidak pernah dukung ahok yntuk Pilkada DKI…
jangan bohongi rakyat, bawa-bawa tokoh yang sudah wafat…
For god sake!

Kelucuan apapun yang kalian usung…

Ahok itu sudah berlagak seperti Allah
Dengan pernyataannya di Pulau Seribu.

Cuma Allah yang boleh jadi hakim atas tafsir Al Maidah 51 ! Bukan ahok !
Bukan ente atau siapapun!

Berbeda tafsir itu tidak akan pernah melanggar KUHP.

Gubernur non muslim menghina tafsir jumhur ulama…
Itu penistaan agama kelas berat.

Sekali lagi….

Gubernur non muslim menghina Tafsir jumhur ulama…
Itu penistaan agama kelas berat.

Sudahlah
Stop menghina diri sendiri.
Ahok harus masuk penjara.
Jadilah juragan di negara sendiri
Buktikan anda bukan bangsa tempe.

(para tempekers pasti marah-marah) baca tulisan ini)
Tanpa mampu ber argumentasi melawan kebenaran tulisan ini.
Lalu membalas menyerang pribadi penulis…
Dan jangan lupa gaya tulisan disesuaikan dengan para tempekers (kelas tempe).|rmol

pl31


Dapatkan secara gratis artikel unik,dan terheboh setiap hari!
loading...
Click to comment

# Terkini

gsr


Copyright © 2016 Suarahati.net By Fhazia Balqis

To Top