03-06-2017 | Nasional

Ruhut untuk Rizieq: Kembalilah, daripada Dijemput Paksa

Habib Rizieq Shihab kini telah berstatus tersangka dalam kasus chat WhatsApp berkonten pornografi dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) pun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kabarnya, ia sedang berada di Arab Saudi sejak 26 April 2017 lalu.

Menanggapi hal tersebut, politisi Ruhut Sitompul menyarankan, baiknya Habib Rizieq kembali ke Indonesia, sebelum aparat kepolisian melakukan penjemputan paksa.

“Saya dengar beliau katanya mau balik, betul gak balik? Kembalilah daripada di jemput paksa. Karena ingat loh kalau sudah red notice,” kata Ruhut kepada Netralnews.com, Kamis (1/6/2017).

Juru bicara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 ini mengungkapkan hal tersebut karena tidak ingin seorang tokoh besar seperti Habib Rizieq tercoreng, hanya karena dijemput paksa dalam kasus pornografi.

“Kita gak mau seorang ulama, tokoh besar, imam, kedatangannya karena dipaksakan, kan tidak baik. Patuhlah kepada hukum,” ujar Ruhut.

Bahkan mantan petinggi Partai Demokrat ini mengatakan, Habib Rizieq harus belajar dari Ahok dalam mengahadapi kasus penistaan agama. Yang mana Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu tidak pernah sekalipun mangkir dari panggilan polisi.

“Berkaitan dengan hukum, Rizieq harus belajar dari Ahok,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan chatting berkonten pornografi pada Senin (29/5/2017) dengan Firza Husein. Ia pun masuk DPO pada Rabu (31/5/2017).

foto via kriminalitas

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menetapkannya Rizieq sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.|netralnews

pl31


Dapatkan secara gratis artikel unik,dan terheboh setiap hari!
loading...
Click to comment

# Terkini

gsr


Copyright © 2016 Suarahati.net By Fhazia Balqis

To Top