05-04-2017 | Kriminal

Gempar ! Pisang Makan Pisang, Cabuli ABG cowok, Wakil Dekan FKG Unair dibebastugaskan

IKS (48), Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dibebastugaskan. Pembebastugasan IKS buntut dari kasus pencabulan terhadap JS (16) di ruang sauna Celebrity Fitness lantai IV, Galaxy Mall Surabaya.

“Yang bersangkutan kami berhentikan sementara, supaya beliau bisa fokus untuk mengurus persoalan hukum,” kata Rektor Unair Surabaya, M Nasih, Selasa (4/4).

Dia memanggil Dekan FKG sebagai atasan IKS untuk mem-backup kegiatan-kegiatan yang ditinggalkan IKS. Nasih mengaku masih mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut karena bergulir dengan beberapa versi.

“Kami sedang mengumpulkan informasi. Kami dapat beberapa versi, ada a, b, c. Kami masih dalami yang bener yang mana nanti, untuk kami ambil tindakan yang diperlukan,” ungkapnya.

Terkait bantuan hukum terhadap tersangka, pihak Unair belum memberi keputusan. “Sampai saat ini belum diminta. Sejauh ini beliau sudah punya tim hukum. Kalau diminta kami siap,” ujar Nasih.

Nasih tidak menyangka tersangka melakukan perbuatan tersebut. Sebab, kata Nasih, IKS berperilaku normal dan profesional dalam kinerja. Bahkan dia sudah memiliki keluarga harmonis.

“Ya ini kan soal perilaku. Dalam beberapa kajian, kami juga tidak menyangka ini terjadi. Karena kesehariannya biasa saja, tidak ada perbedaan. Kerjanya juga profesional. Normal-normal saja, punya istri dan dua anak,” tandasnya.

Seperti diberitakan, IKS ditangkap pihak Polsek Mulyorejo karena melakukan pencabulan terhadap JS, anak laki-laki berusia 16 tahun di ruang sauna Celebrity Fitness lantai IV, Galaxy Mall Surabaya pada Sabtu (1/4), sekitar pukul 19.30 WIB.

foto via merdeka

Kemudian, kasus ini dilimpahkan oleh Polsek Mulyorejo ke Unir Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Bapak dua anak inipun ditahan di Mapolrestabes Surabaya sejak Minggu malam, sekitar pukul 23.30WIB, dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Terhadap tersangka, kita jerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang perbuatan cabul terhadap seorang anak. Korban seorang anak laki-laki, masih 16 tahun, dan saat ini masih tercatat sebagai seorang pelajar,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga di Mapolrestabes Surabaya.|merdeka

pl31


Dapatkan secara gratis artikel unik,dan terheboh setiap hari!
loading...
Click to comment

# Terkini

gsr


Copyright © 2016 Suarahati.net By Fhazia Balqis

To Top