24-04-2017 | Politik

Anies santai diberitakan media asing didukung kelompok garis keras

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI juga mendapat sorotan media asing. Perolehan suara versi hitung cepat menempatkan pasangan cagub dan cawagub nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno lebih unggul dari rivalnya pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Kemenangan Anies-Sandi versi hitung cepat juga diberitakan media asing. Salah satunya menulis bahwa Anies-Sandi didukung organisasi Islam garis keras. Anies menanggapi santai pemberitaan itu. Dia akan menjawab tudingan itu dengan kebijakan yang akan diambil setelah resmi berkantor di balai kota.

“Nanti kita tunjukkan dengan kebijakan-kebijakan kita, langkah-langkah apa, jadi Alhamdulillah kita bersyukur bahwa yang syukuran itu di mana-mana rakyat kecil,” kata Anies di Yayasan Perguruan Islam As Sa’adah, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (23/4).

“Ini sebuah amanat besar, karena itu kita siap-siap,” tambahnya.

Anies memilih mengabaikan berita yang menyebutkan kabar itu. Sebab mereka dinilai tidak memahami kondisi yang terjadi di Jakarta. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini akan memperlihatkan keberpihakan pada semua golongan.

“Orang boleh nulis apa saja, apalagi yang jauh-jauh enggak tahu apa yang terjadi di Jakarta dengan detil, tapi kita akan tetap pastikan bahwa Gubernur di Jakarta adil semuanya, menjalankan UU, mengikuti konstitusi, dan Insya Allah menghadirkan kedamaian,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritisi media luar negeri yang dinilainya kurang adil terhadap dalam pemberitaan terkait tentang masalah Pilkada DKI Jakarta. Jusuf Kalla mengatakan ia akan menyampaikan hal itu saat pertemuannya dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence.

“Soal pilkada tadi saya ketemu Wakil Presiden Mike Pence saya bilang juga, tidak adil ini media luar, karena yang menang yang banyak didukung oleh teman-teman organisasi Islam dan sebagainya dianggap garis keras yang menang,” katanya saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku Takziah Muhammadiyah untuk KH A Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (20/4) malam.

Lebih lanjut JK menuturkan, Anies Baswedan adalah merupakan salah satu tokoh Islam yang moderat paling lembut di Jakarta.

“Karena ada imam besar dianggap keras, padahal dukung saja ini, padahal apapun demokrasi siapapun apakah yang dipilih oleh yang ringan yang keras, tetap dong demokrasi tidak ada bedanya karena dipilih orang banyak,” tuturnya.

JK pun menambahkan, bahwa dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang telah berlangsung pada Rabu (19/4) yang menang adalah suara demokrasi.

“Mudah-mudahan dapat di pahami bahwa yang menang demokrasi, itu kita hormati semuanya,” ucapnya.

JK menerima Wapres AS Michael Pence di Istana Wakil Presiden, Kamis, sekitar pukul 11.30 WIB dan melakukan pertemuan bilateral dengan JK hingga pukul 12.30 WIB. Dalam pertemuan tersebut JK mengatakan kepada Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence datang pada saat yang sangat tepat untuk melihat kondisi dan kehidupan demokrasi yang ada di Indonesia pasca pilkada yang dewasa ini.

foto : merdeka

“Saya mengatakan, Anda datang pada saat yang tepat, pilkada selesai, kita sudah jabat tangan, tidak ada lagi ribut-ribut, itulah demokrasi Indonesia, jadi dia tidak menyinggung lagi,” kata dia di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres JK untuk menanggapi pertanyaan terkait hasil pertemuan bilateral dengan Wapres Amerika Serikat Michael Pence tentang toleransi dan Islam moderat.|merdeka

pl31


Dapatkan secara gratis artikel unik,dan terheboh setiap hari!
loading...
Click to comment

# Terkini

gsr


Copyright © 2016 Suarahati.net By Fhazia Balqis

To Top